RAPAT PENGURUS DAN TAHLIL BERSAMA DI MAKBAROH WALIYULLAH SIMBAH BUYUT WASI DESA DADAPAN
Senin malam Selasa, 6 Mei 2022 rutinan yang dilakukan oleh warga desa Dadapan yang dilaksanakan panitia bersama pemuda, warga dan pemerintah desa yang bersinergi untuk menjaga sejarah keberadaan si Mbah buyut wasi, dulu konon sejarah desa Dadapan ini adalah salah satu pengaruh keberadaan Mbah buyut wasi yang sampai saat ini menjadi leluhur yang ada di desa Dadapan.
Mbah Buyut Rodliyah atau yang di kenal dengan Mbah Wasi adalah seorang wanita dari Mataram Islam yang merupakan anak ke-6 dari 10 bersaudara. Sepeninggal suaminya yaitu Syeikh Jangkung, Mbah Wasi menerima wasiat dari Syeikh Jangkung untuk menemui Mbah Parto. Beliau kemudian melakukan perjalanan menuju Desa Dadapan tempatnya ke pedepokan Cemara Putih Mbah Parto mengenai ilmu makrifat atau Sangkan Paran, dengan tujuan ingin berguru ke Mbah Parto.
Mbah Wasi yang tidak mempunyai tempat tinggal meminta untuk menetap sementara di goa tersebut. Goa ini terbagi menjadi tiga yaitu bagian paling kanan digunakan untuk menerima tamu, bagian tengah untuk tempat tinggal dan bersemedi, dan Goa yang bagian kiri digunakan untuk akses jalan menuju Lasem. Goa ini kemudian menjadi tempat bagi Mbah Wasi mengerjakan aktivitas, menenun, dan lain sebagainya yang di bantu oleh Mbah Ging Song. Goa tersebut saat ini di kenal dengan Goa Song atau Goa Ging Song yang diambil dari nama orang Cina tersebut.
Sampai saat ini tempat pengistirahatan Mbah Buyut wasi selalu menjadi tempat wisata religi yang selalu di buat khoul dan peziaroh.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca, dan tentunya penulis menjadi semangat untuk menulis sejarah desa dan aktivitas pemuda dan berita pemerintah Desa. Trimakasiiiih.....
Penulis:
Khoirul Basar