You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Dadapan
Dadapan

Kec. Sedan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI JENDELA INFORMASI DESA DADAPAN KECAMATAN SEDAN .

TALKSHOW INKLUSI: Guru Inklusif, Kelas Adaptif, Anak Berkembang Aktif oleh KKN STAIWAR di Joglo Tani.

Basyar 07 Agustus 2025 Dibaca 202 Kali
TALKSHOW INKLUSI: Guru Inklusif, Kelas Adaptif, Anak Berkembang Aktif oleh KKN STAIWAR di Joglo Tani.

TALKSHOW INKLUSI: “Guru Inklusif, Kelas Adaptif, Anak Berkembang Aktif” oleh KKN STAIWAR di Joglo Tani.

Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 14.00 WIB, suasana hangat menyelimuti area Joglo Tani saat kegiatan Talkshow Inklusi dengan tema “Guru Inklusif, Kelas Adaptif, Anak Berkembang Aktif” dimulai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKN Unit 3 STAI Al-Anwar Sarang. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Dadapan (Bapak Zuber), para guru Desa Dadapan, kepala sekolah, mahasiswa KKN dari UIN Sunan Kalijaga dan Karang Taruna. Talkshow ini menghadirkan narasumber senior Bapak Drs. Sutrisno, M.Pd. yang akrab disapa Pak Tris. Pak Tris adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kabupaten Rembang. Pendidik sekaligus praktisi pendidikan di wilayah Rembang, dikenal sebagai seorang pendidik yang memiliki pengalaman panjang dalam menangani kebutuhan belajar, mulai dari anak berkebutuhan khusus, hingga anak dengan potensi akademik yang tinggi.

Pendidikan inklusi adalah pendekatan pendidikan yang berupaya untuk mengakomodasi semua peserta didik tanpa membedakan kemampuan, latar belakang maupun kebutuhan khusus yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan Talkshow ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan mahasiswa KKN STAI al-Anwar pada sekolah-sekolah yang ada di Desa Dadapan. Dari hasil pengamatan tersebut ditemukan bahwa masih banyak guru yang menghadapi tantangan dalam mengelola kelas yang beragam, sehingga layanan pendidikan di sekolah inklusi masih belum bisa dilaksanakan secara optimal.

Talkshow inklusi menjadi bagian dari upaya Tim KKN STAI al-Anwar untuk merevitalisasi layanan pendidikan, membuka ruang dialog, berbagi pengalaman, dan menyampaikan strategi implementatif pendidikan inklusif di lingkungan sekolah yang ada di Desa Dadapan. Sebelum memasuki acara talkshow panitia mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari para tamu undangan terkait permasalahan yang mereka hadapi di lapangan untuk diserahkan pada Pak Tris. Pak Tris memberikan jawaban yang cukup banyak terkait persoalan yang telah dipertanyakan para tamu undangan.

“Fasislitas untuk anak inklusi itu tergantung pada kemampuan gurunya” ujar Pak Sutrisno saat memaparkan strategi kelas adaptif. Penjelasan Pak Tris dimulai dengan anjuran pembuatan bahan ajar secara mandiri, pembentukan suasana kelas yang ramah dan mengingatkan pada semua tamu untuk memberikan pengajaran akhlak sebagai ajaran pertama yang harus diberikan kepada anak inklusi. Pak Tris menekankan pentingnya guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengakomodasi keberagaman karakter dan kebutuhan siswanya.

Acara talkshow terkonsep interaktif dengan sesi tanya jawab yang bisa menghidupkan momen diskusi di antara tamu undangan dan pembicara. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh tamu undangan adalah “Bagaimana menghadapi anak yang sulit bicara, suka berlari, dan sering mengucapkan kata-kata yang tidak pantas?” Pak Tris menjelaskan bahwa “Sebaiknya guru yang mendidik anak dengan perilaku demikian memberikan pengajaran dengan waktu maksimal delapan jam.” Hal ini, menurutnya memerlukan kerja sama dengan orang tua siswa.

Diskusi terbuka ini juga memberikan kesempatan bagi tamu undangan untuk menyampaikan tanggapan. KH. Abadi, pengasuh Pondok Pesantren inklusi Roudlotun Nasyi’in As-Shiddiqiyah, turut berbagi pengalamannya dalam menghadapi santri inklusi. Beliau menegaskan bahwa “Hak itu harus disamakan, tetapi kewajiban harus disesuaikan dengan kemampuan anak.” Momen ini menjadi ruang berbagi solusi dan inspirasi antara narasumber, tamu undangan, dan masyarakat, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan inklusif di Desa Dadapan.

Sumber: Habibah Mughitsatul Hidayah

Sedan, 7 Agustus 2025.

Kabar Rembang